Selasa, 23 Februari 2016
Bintang
Termenung, menatap kelabu awan di langit gelap. Tersenyum percuma tak ada harapan menatap bintang di langit gelap tertutup gumpalan awan hitam. Nafas ku tercekat saat angin malam keras menghujam ku. Namun aku tetap duduk termenung disini masa bodo tak perduli walau bulir hujan yang jatuh menghujam sekali pun aku akan tetap duduk di sini menanti bintang itu hadir di sela sela kelamnya awan. Jantung ku terus berdebar keras seirama dengan denting jarum jam yang berbelit dan terikat rapi di pergelangan tangan ku. Aku keras kepala selalu yakin atas semua yang aku fikirkan ku, bukan kah keindaha akan hadir pada waktunya? Karena itu aku akan terus tetap menunggu bintang yang dulu sempat membuat ku bahagia, bintang yang berkilau indah berkelip riang bercahaya. Tak perduli seberapa lama aku menunggu aku akan tetap disini, dan menunggu keindahan itu hadir dalam bentuk apa pun itu dan selama apa pun itu. Kunang kunang berterbangan dengan bokongnya yang bercahaya ber kejar kejaran berkrrumun di sampingku seolah menamani ku. Dan mencoba menghiburku menggantikan harapan ku melihat bintang terang dengan cahayanya yang mungkin terang namun tak seindah bintang. Meliuk liuk girang di kepalaku seolah mengajak ku bercanda, namun percuma aku tetap keras kepala atas pendirian ku aku ingin bintang!!. Denting jam tak henti henti berputar udara semakin dingin membekukan, rerumputan kering mulai basah berembun dan sang jago jantan berjengger merah pun mulai berteriak kencang nan lantang bising memekakan telinga, dan lihatlah penantian ku, komitmen ku, keras kepalanya ku terbayar semua. Mungkin aku tak bisa melihat gemerlap bintang namun saat ini lihatlah ada yang lebih hebat dari bintang, sinar nya begitu terang bercahaya semburat cahay jingga memedar jauh memantulkan bayangan bayangan seperti cicin raksasa. Semua penantian ku tak sia sia kesabaran ku semua terjawab sudah ada yang lebih hebat dari bintang yaitu mentari gagah di pagi hari yang kembali dari terbenamnya dan memberikan janji baru atas keindahan dan kebahagiaan. Sunrise.
Note: jika kamu memiliki sebuah harapan / impian.,bersabarlah, berjuanglah, berkorabanlah, berusahalah, jangan pernah kalah dengan keadaan.,ingatlah keindahan dan kebahagiaan akan datang pada saatnya tidak datang terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. :)
Ayo berbagi_cerita .karena Separuh Ketenangan hidup itu adalah dengan bercerita π
Jumat, 19 Februari 2016
kesederhanaan cinta
Kamu ingin tau kesempurnaan cinta?, jatuh cintalah dengan kesederhanaan mu. Tutup mata mu biarkan hati mu yang memilihnya, tutup telinga mu biarkan hati mu yang menilainya, setelah hal itu sudah di laksanakan terjun lah bersamanya jangan pernah tuntut apa pun darinya sebelum kata 'sah' yang menuntutnya. Tapi jangan lupa untuk Temani dia mengejar kesuksesan dan impian yang ingin ia wujudkan karena setelah saat semua yang ia impikan terwujud, seorang pria memiliki impian terakhir yabg begitu indah. tau impian itu apa?? Iyah, membahagiakan cinta nya yang begitu setia menemani dan mendoakannya tanpa henti dan membayar semua itu dengan kesempurnaan cinta yang ia minta saat semua cinta itu di mulai dengan sebuah hal yang sederhana. σΎ΅
Rabu, 27 Januari 2016
keraguan
Entah aku ini siapa?
Aku tak berkilau indah bagai bintang, aku tak bercahaya lembut bagai rembulan, dan aku pun tak bersinar terang bagai mentari Dan penuh warna bagai pelangi
Siapa aku?
Aku tak segagah elang terbang melintasi samudra, aku tak sekokoh gunung yang berdiri tegap nan indah, aku tak semenawan hijaunya dedaunan serta rerumputan yang membentang luas, dan aku tak setinggi awan dan langit yang meng atap
Lantas siapa aku?
Aku bukan hujan yang gemercik turun menenangkan hati, aku bukan tanah dan batu yang kuat di tempah dan terinjak Dan aku pun tak sesejuk embun yang di pagi petang.
Aku tak berkilau indah bagai bintang, aku tak bercahaya lembut bagai rembulan, dan aku pun tak bersinar terang bagai mentari Dan penuh warna bagai pelangi
Siapa aku?
Aku tak segagah elang terbang melintasi samudra, aku tak sekokoh gunung yang berdiri tegap nan indah, aku tak semenawan hijaunya dedaunan serta rerumputan yang membentang luas, dan aku tak setinggi awan dan langit yang meng atap
Lantas siapa aku?
Aku bukan hujan yang gemercik turun menenangkan hati, aku bukan tanah dan batu yang kuat di tempah dan terinjak Dan aku pun tak sesejuk embun yang di pagi petang.
Cermin
pun tak mau memantulkan bayangan wajahku, Apa pantas aku bersifat lebih
dari alam semesta ini? Mungkin aku hanya titik hitam kecil di tengah
putih yg lapang, tak berdaya. Apa pantas aku keras kepala tetap sombong?
Bahkan Aku tak bisa melintasi samudra tanpa sayap, terlihat sempurna penuh warna bagai pelangi, aku tak seindah bintang yang gemerlap di tengah malam. Apa pantas aku mengotot aku adalah yang terindah?
Seharusnya aku menyadari aku bukan apa apa di dunia ini, seharusnya aku selalu bersyukur atas nikmat hidup, mengagumi atas ciptaan Mu dan tak lupa untuk selalu bersujud pada Mu ya Allah.
Seharusnya Aku tak semunafik ini, yang tak pernah mengakui kesalahan ku dan selalu menyalahkan orang lain, dan seharusnya aku tak semunafik ini mengakui atas segala dosa ku.
Bahkan Aku tak bisa melintasi samudra tanpa sayap, terlihat sempurna penuh warna bagai pelangi, aku tak seindah bintang yang gemerlap di tengah malam. Apa pantas aku mengotot aku adalah yang terindah?
Seharusnya aku menyadari aku bukan apa apa di dunia ini, seharusnya aku selalu bersyukur atas nikmat hidup, mengagumi atas ciptaan Mu dan tak lupa untuk selalu bersujud pada Mu ya Allah.
Seharusnya Aku tak semunafik ini, yang tak pernah mengakui kesalahan ku dan selalu menyalahkan orang lain, dan seharusnya aku tak semunafik ini mengakui atas segala dosa ku.

hujan
Aku
suka hujan, aku suka air yg menyentuh ubun ubun ku, jatuh mengalir
melintasi mata ku, dan menyaru kan air mata ku yang penuh luka, perih,
rindu, dan berjuta cerita membuat ku mengeluh lirih. lalu membawa air
mata itu pergi mengalir bersama kesedihan jatuh terhempas lalu hancur.
Dan mengembalikan senyum ku yang dulu sempat pergi.
Langganan:
Komentar (Atom)
